Photobucket
Tampilkan postingan dengan label info tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info tips. Tampilkan semua postingan

17 Agustus, 2008

Memberi hadiah tapi malah dapat untung

DULU cukup banyak orang yang bertanya kepada saya seperti ini, "Pak, saya ingin meningkatkan pemasaran dengan memberikan hadiah kepada konsumen. Namun saya takut bagaimana kalau saya malah rugi nantinya?"

Mereka bertanya seperti itu karena belum tahu caranya. Jika Anda belum mengetahui cara yang efektif, memberikan hadiah bisa jadi akan merugikan usaha Anda.

Karena itu belajarlah dengan apa yang telah saya praktikkan sendiri dan saya tulis dalam buku Marketing Revolution saya. Karena dengan belajar cara yang tepat, kita bisa tetap memberi hadiah tanpa mengurangi margin, malah mendapat untung dari penjualan hadiah.

Adapun cara yang bisa dilakukan di antaranya sebagai berikut. Carilah hadiah yang mahal/kesannya mahal. Kalau bisa eksklusif dan orang lain tidak mempunyainya. Kemudian diberi syarat, untuk pembelian dalam jumlah tertentu, pembeli boleh membeli hadiah dengan harga murah. (Harga ini lebih murah dari harga normal,tetapi tetap lebih tinggi dari harga beli). Diberi batas waktu.

Contoh:
Kita memberi hadiah malah bisa lebih untung karena hadiah dijual. Contoh: Dulu adik saya waktu SMA jual kaus untuk promosi ke toko-toko emas, banyak yang menolak. Karena margin emas tipis.

Kemudian cara pemasarannya diperbaiki sehingga, kalau beli 10 gram,dapat kaus gratis, tapi bila lima gram bisa dapat kaus gratis cukup bayar Rp2.000 (karena harga kaus jenis tersebut di pasaran saat itu Rp4.000). Saat itu harga kausnya, karena beli di grosir dari pabriknya bisa dapat @ Rp1.700. Satu toko menyambut ide ini.

Akhirnya toko-toko lain ikut pesan kaus dan ramai-ramai dapat untung triple: (1) dari emasnya, (2) dari hadiah kausnya, dan (3) dari pemakaian kaus tersebut karena ketika dipakai, kaus tersebut mempromosikan tokonya. (Jadi, apa yang terjadi ketika orang beli lima gram emas dan menambah Rp2.000 untuk mendapatkan kaosnya? Karena kausnya @ Rp1.700, yang memberi hadiah malah untung Rp300.

Contoh lain:
Pompa bensin Shell pernah memberi program berikut ini. "Bagi setiap pembelian 20 liter boleh membeli mobil-mobilan Ferrari yang terdiri atas 6 varian @ Rp29.500." Tahukah Anda,walaupun mainan mobil Ferrari ini resmi berlogo Ferrari, ternyata made in China.

Apakah berdasarkan ongkos produksi mobil-mobilan ini yang ternyata dari plastik, tapi tetap menarik. Buktinya saya koleksi banyak, berharga lebih dari Rp29.500? Saya yakin tidak. Karena waktu saya di China, mereka bisa menjual bolpoin Mount Blanc aspal (asli tapi palsu) dengan harga setelah dikurskan ke rupiah Rp8.000.

Lantas, karena ada pembatasan sampai tanggal tertentu hadiah mobil-mobilan Ferrari tidak boleh dibeli lagi, berbondongbondong orang membelinya. Sudah bensin semakin laris, untung dobel lagi. Isi bensin untung, jual hadiah juga untung. Anda juga bisa mempraktikkannya sesuai dengan bisnis yang Anda jalankan. Namun, harus terus diukur dan dimonitor serta dikembangkan agar lebih efektif. (*)

Tung Desem Waringin
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005

Read more...

01 Agustus, 2008

Tips untuk Test Drive

Jarak pandang: Dalam posisi duduk di kursi pengemudi, dapatkah Anda melihat dengan jelas objek dibagian depan kendaraan? Apakah ada bagian kendaraan yang menghalangi pandangan Anda? Apakah anda dapat memantau objek dibagian belakang kendaraan dengan jelas dan mudah melalui kaca spion?

Fitur keselamatan: Apakah kendaraan dilengkapi dengan seat belt dan child safety locks? Periksa juga fungsi pengereman.

Penempatan posisi kemudi: Apakah Anda merasa nyaman duduk di belakang kemudi? Apakah pengaturan posisi kemudi, kursi dan kaca spion dapat dilakukan dengan mudah?

Akses keluar/masuk: Apakah Anda menemukan kemudahan dalam akses untuk keluar/masuk kendaraan dari berbagai posisi?

Ruang duduk: Apakah kendaraan menawarkan ruang kaki dan ruang kepala yang cukup lega untuk semua penumpang?

Panel instrumen dan kontrol: Sambil mengemudi, apakah posisi jarum bensin dan speedometer mudah untuk dipantau? Coba fungsikan penghapus kaca, lampu-lampu dan fungsi-fungsi lainnya, apakah mudah dioperasikan? Periksa juga fungsi AC.

Bagasi: Apakah tersedia ruang bagasi cukup luas? Apakah ban serep berada dalam posisi yang mudah diakses?

Mesin: Apakah akselerasi berlangsung dengan lembut? Apakah mesin memiliki cukup tenaga untuk mendahului kendaraan lain? Lakukan beberapa kali pengurangan dan penambahan kecepatan untuk mengetahui seberapa responsifnya mesin. Dalam kondisi kendaraan diam dan mesin dihidupkan, apakah putaran mesin terasa halus atau cenderung kasar?

Transmisi: Apakah pedal kopling terasa lembut saat diinjak dan perpindahan gigi mudah dilakukan?

Pengendaraan: Apakah pengendaraan terasa lembut? Apakah kendaraan mudah dikendalikan di segala kondisi jalan?

Parkir: Apakah kendaraan mudah untuk bermanuver saat parkir? Apakah roda kemudi mudah untuk digerakan? Coba lakukan parkir paralel. Apakah ada bagian tertentu dari kendaraan yang menghalangi pandangan Anda?

Pengereman: Kemudikan kendaraan ke jalan yang sepi, lakukan akselerasi samapi kecepatan 40 km/jam, lakukan pengereman mendadak. Apakah kendaraan berhenti dalam posisi lurus? Apakah rem kendaraan mengunci?

Pengemudian/Pengendalian: Saat Anda kendurkan genggaman tangan Anda pada roda kemudi, apakah kendaraan cenderung menarik ke satu sisi? Apakah kendaraan stabil saat menikung?

Tingkat kebisingan: Dalam posisi jendela tertutup rapat, dengarkan dan rasakan tingkat kebisingan di dalam kendaraan. Apakah suara mesin saat akselerasi masuk ke dalam kabin? Pada kecepatan rendah, apakah suara gesekan antara ban dengan permukaan jalan masuk ke dalam kabin?

Eksterior: Apakah cat kendaraan tampak mengkilap? Periksa kelurusan pemasangan panel-panel bodi (bumper, pintu, dsb).

Sumber :

Jual - Beli : Dijual FORD murah selengkapnya

Read more...
Tag :

Group


subsidi income270
bannertakaful270

musik


Kamus

Visitor

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP